Kamu yang ke:

Rabu, 10 Juli 2013

Bulan Ramadhan juga punya tradisi loh...

Sebagai mahluk ciptaan Tuhan yang memiliki derajat yang paling tinggi di antara semua mahluk hidup, wajar
saja kita, termasuk awak, dapat menikmati berbagai macam keanekaragaman budaya dan tradisi di negara Indonesia Tanah Air Beta. keanekaragaman budaya dan tradisi itulah yang menjadi "senjata" untuk kita jaga dan tunjukkan sama orang-orang di seluruh dunia, atau bahasa sombongnya, kita pamerkan sama semua orang "ini loh budaya dan tradisi kami, dan cuma kami yang punya."


Bulan Ramadhan. yak, ini merupakan hari raya besar bagi saudara-saudara awak yang beragama Muslim. awak memang tidak ikut merayakan Hari Raya Idul Fitri, tapi sebagai mahluk Tuhan yang paling seksi , awak hidup dilingkungan yang mayoritas Muslim, dan memiliki kawan-kawan yang Muslim juga, awak turut merasakan kenikmatan di Bulan Ramadhan. turut juga merasakan "ketidakenakan" saat puasa.

Sebulan penuh, iklan-iklan di TV uda pada ngucapin "selamat berpuasa" "selamat  Hari Raya Idul Fitri, mohon maaf lahir & batin". selama itu pula iklan-iklan makanan dan minuman benar-benar sangat menggiurkan. entah kenapa, awak gak tau. padahal kalo hari biasa, liat iklan sirup tuh kayak gak ada yang menarik, tapi disaat bulan puasa, daya tarik iklan sirup sangat kuat. dan selama sebulan juga awak mendengar lagu "sirup sarang tawon" yang sering diputar di radio, melalu Mesjid di tempat tinggal awak. *ada yang tau lagu ini?
ada beberapa hal yang awak perhatikan selama Bulan Ramadhan, dan itu menjadi ciri khas atau tradisi yang gak bisa lepas saat itu. apa aja tuh? yok, kita bahas satu per satu...

1. Penjual bunga berjejer di dekat TPU (Tempat Pemakaman Umum)
Kata kawan awak, sebelum mulai puasa, mereka wajib untuk ziarah ke makam keluarga dan kerabatnya. awak gak tau apa istilahnya dalam Muslim. Bulan Ramadhan memiliki dampak positif bagi pedagang bunga di dekat TPU. hari-hari biasa kita bisa lihat langsung di depan TPU pasti sepi. ya iyalah, horor kali rasanya ya kalo ada yang main-main di kuburan.
tapi saat mendekati Bulan Ramadhan, bisa saja kemacetan terjadi di dekat TPU. dan ini uda awak rasakan setiap tahunnya kalo awak lagi beraktivitas diluar. ya baru-baru ini aja awak juga merasakannya. yang biasanya awak beli makan siang hanya 15 menit, tapi karna rame dan jalanan padat, cuma mau beli makan siang uda habis waktu awak selama 30 menit. jelas kali kan perbedaannya?

2. Penjual makanan & minuman "menjamur"
sumber: www.google.com
kalo untuk yang satu ini nih, disetiap kota pasti terjadi. dan ini betul-betul memancing selera wisata kuliner awak. kiri-kanan sepanjang jalan kenangan banyak kali pedagang makanan & minuman mendadak. berbagai macam makanan-minuman dijual dengan harga standar lah. tapi, cuma saat Bulan Ramadhan hal ini terjadi. satu yang menjadi dampak buruknya yaitu, mengakibatkan kemacetan yang panjang kali. jadi, setiap sore mendekati waktunya buka puasa, siap-siaplah menikmati kemacetan ekstra.
walaupun gitu, ada sisi yang gak awak suka. karna selama puasa gak ada yang jual sarapan dan makan siang. semua pada tutup. yang jual sarapan mendadak jadi jualan menu buka puasa waktu sore, yang jual makan siang mendadak jualan menu bukaan juga seperti lauk & sayur di sore sampai waktu nya sahur. jadi, timbul permasalahan, "harga kami yang puasa" yang lain juga minta "hargai kami juga lah yang gak puasa." yaaa, untuk momen yang ini, harap maklum saja. untungnya awak tiap hari bawa bekal makan siang. #TerimaKasihMamak

3. Timun Suri uda muncul kembali bray!
Timun Suri (sumber: www.google.com)
yak, awak suka sama buah timun suri. dan awak harus menahan selera untuk menikmati timun suri selama setahun sekali, karna timun suri munculnya cuma disaat puasa. dan udah menjadi minuman pokok yang wajib dinikmati saat bulan puasa. timun suri itu rasanya biasa aja sih, ya kayak timun biasa. gak manis, gak asam, gak kecut, dan gak pahit. rasa timun suri flat-flat aja, tapi ini yang jadi kekuatannya, karna rasanya yang flat, jadi bisa dikombinasikan sama apa aja. mau buat es buah? bisa. mau buat dicampur santan + gula merah? bisa juga. mau dimakan gitu aja? bisa juga sih, tapi kurang afdol.

4. "Asmara Subuh"
Istilah "Asmara Subuh" itu awak tau dari kawan-kawan dan juga dari siaran radio. tapi sebenarnya setelah awak liat-liat, asmara subuh itu bukan waktunya berpacar-pacaran (ya walaupun ada yang kayak gitu).
Setipa pagi selama Bulan Ramadhan, setelah selesai sholat subuh lah kayaknya, banyak remaja-remaja yang asik bercerita-cerita barenga kawan-kawannya, ada juga bocah-bocah yang asik main mercon. naaah, ini nih yang paling gak awak suka. kadang, sangkin ramenya remaja-remaja yang berkeliaran tiap pagi, bahkan nih di jalanan yang sering awak lewati kalo mau ke tempat kerja, remaja-remajanya pada ababil semua. pake acara ngebut-ngebut naik motor, buat kemacetan (lagi), ada yang main-main mercon.(masih pagi uda main mercon aja. ckckck) gak apa-apa kalo main merconnya gak ngerugiin orang, ini main mercon dilempar ke orang-orang yang lewat. ngesalin kali kan?

5. Tempat Tongkrongan padat saat waktunya buka puasa
Semenjak Bulan Ramadhan, cafe-cafe dan resto mendadak menjadi rame seeeeekali disaat mendekati waktunya buka puasa. kenapa? karna saat puasa ada tradisi, buka puasa bersama. untuk ngadain acara buka bersama ini gampang-gampang susah, karna harus ngatur jadwalnya dan booking tempat. iyaaa, minimal 2-3 hari sebelum acara buka bersamanya, kita harus booking tempat dulu, karna traffic pengunjung padat. menurut pengalaman awak, acara buka bersama ini punya nilai positifnya, karna kita bisa jumpa dan saling cerita-cerita bareng sama kawan-kawan yang uda lama gak ketemu dan menambah keakraban, asal gak sibuk sama gadget masing-masing aja. awak jadi teringat waktu acara buka puasa bersama kawan-kawan kuliah setahun yang lalu. dan, kalo kami ngadain acara ngumpul-ngumpul begini, asli dah, gadget itu kami lupakan.
no pict=hoax , katanyaa
yaaap, itulah beberapa hal yang gak bisa lepas di saat bulan Ramadhan. mungkin masih banyak lagi hal-hal yang sudah menjadi tradisi disaat bulan Ramadhan, seperti munculnya bapak-bapak dari ef-pe-i yang gak pernah bosan dengan tindakan-tindakan yang merugikan masyarakat. tapi cuma 5 hal ini yang sering kali awak nikmati, baik itu dari sisi positifnya atau negatifnya. yaaa, begitulah hidup ini, ada putih dan ada hitam. yang putih bisa jadi hitam, yang hitam bisa jadi putih. tergantung dari pola berfikir kita. intinya sih, hidup ini jangan cuma warna hitam-putih doang. *ini kenapa malah bahas warna ya?

okelah, sekian postingan ini. kalo ada kata-kata yang salah, harap maklum, awak kurang paham mengenai bulan Ramadhan, awak cuma bisa merasakannya doang. by the way, selamat puasa buat kawan-kawan yang menjalaninya...

5 komentar:

  1. Iya kalo bulan puasa bisa mandi pake minuman timun suri deh haha

    BalasHapus
    Balasan
    1. bisa mandi pake beraneka ragam kue juga

      Hapus
  2. sirup juga tradisi bulan puasa :)
    follow back juga ya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalo sirup kayaknya setiap hari raya besar wajib ada. hehehe :D

      Hapus
  3. Kurang lengkap kalo nggak ada perang sarung haha

    BalasHapus