Kamu yang ke:

Senin, 17 November 2014

"Say Something I'm Giving Up On You"



Say something, I'm giving up on you
I'll be the one, if you want me to
Anywhere I would've followed you
Say something, I'm giving up on you

Lagu "A Great Big World - Say Something, I'm giving up on you" salah satu lagu yang pas untuk melengkapi tulisan sederhana ini.
Source

Tepat sebulan dari awal pertemuan kita, dan mungkin itu adalah pertemuan terakhir kita. Waktu begitu sangat cepat berlalu, sekilas mata memandang jam posisi jarum jamnya tidak sama seperti yang kita lihat diawal. Begitu juga dengan pertemuan itu. Pertemuan awal itu menyejukkan hari-hari ku, tapi ketika waktu pertemuan itu usai, semua berubah menjadi kacau. Kamu tau kenapa kacau?

Musim hujan sudah tiba, dan banyak orang mengatakan disaat hujan hati kita mudah jatuh, perlahan-lahan layaknya air hujan yang jatuh membasahi tanah. Hujan memang selalu sukses membuat kita membalikkan pikiran ini ke belakang, lebih tepatnya hal-hal yang sudah kita lewati. Mengingat kembali detak jantung ku ketika untuk pertama kalinya kita bertemu, mengingat kembali senyuman mu dan tawa renyahmu, dan mengingat kalimat perpisahaan ketika kita sama-sama menyudahi pertemuan ini.

Waktu cepat berlalu tapi kenangan tak bisa secepat itu berlalu. Kenangan adalah hasil dari waktu yang kita jalani, entah itu kenangan yang menciptakan senyuman atau kenangan yang menurunkan hujan disudut mata kita.


Aku seperti berjalan dalam sebuah lingkaran yang tak tau mana titik awal dan titik akhirnya. Haruskah aku yang memulai untuk menggambarkan titik akhir dari cerita ini? Hey... bisakah kau mulai mengatakan sesuatu kepadaku supaya aku tau apa yang harus aku gambar?

Apa aku terlalu kecil untuk kau ajak berjalan ditengah keramaian orang-orang? Apa aku tak memiliki hal besar yang bisa membuat mu bangga berada didekatku? Apakah aku hanya pantas kau jadikan papan tulis untuk menjadi alat mu menuliskan segala yang kau rasakan... tentang perempuan lain? Hey... bisakah kau katakan sesuatu padaku agar aku tau haruskah aku melangkahkan kaki ini kejalan yang lain?

Sungguh aku benar-benar lelah akan semua hal ini. Lelah dengan beban pikiran yang dipenuhi dengan pertanyaan-pertanyaan yang tak bisa aku temukan jawabannya. Aku hanya bisa mengangkat tangan ku sambil berkata "Tuhan.. aku tak kuat lagi. Genggam tangan ku dan tolong tunjukkan padaku tanda apakah dia  yang harus aku perjuangkan?"

Maafkan aku ketika perlahan-lahan aku mundur menjadi pemeran dari cerita ini. Maafkan aku ketika pada akhirnya aku tak bisa melangkahkan kaki ini menuju medan juang itu. Aku masih butuh belajar untuk memahami apa sebenarnya perasaan ini. Membentuk pribadi yang kelak layak untuk diperjuangkan oleh... orang yang tepat dan terbaik.

Saat ini aku menyadari bahwa tak selamanya matahari tersenyum tapi tidak menurunkan hujan. Tak selamanya hujan ini penuh dengan gelap karena kelak ada pelangi yang memberikan cahayanya yang indah itu.

Aku juga harus belajar menerima bahwa tak selamanya pertemuan dengan seseorang itu berakhir untuk bersama, karena terkadang hanya ditakdirkan untuk saling mengenal. Dan mungkin saja ini yang terjadi diantara kita.

5 komentar:

  1. Hehe Terharu :)
    Move On Donk Mbak :)
    Diluar sana msih banyak yg terbaik :)

    Banyak Jalan Menuju Hongkong...

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha iya iya, masih banyak yg terbaik :)

      Hapus
  2. gw suka yang ini "Saat ini aku menyadari bahwa tak selamanya matahari tersenyum tapi tidak menurunkan hujan."
    gw sih berharap ini bukan pengalaman pribadi, klo emang pengalaman peribadi, semoga bisa cepet move on

    BalasHapus
    Balasan
    1. pengen buat rangkian kata-kata aja, hmm.. bisa aja sih pengalaman pribadi orang lain. hahaha

      Hapus
  3. Proses menuju move on, semangattttt!

    BalasHapus